VCT (Voluntary Counseling and Testing)

VCT (Voluntary Counseling and Testing) adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui status HIV dan dilakukan secara sukarela serta melalui proses konseling terlebih dahulu. Tujuannya untuk mempromosikan perubahan perilaku yang dapat mengurangi risiko penyebaran infeksi HIV, khususnya untuk:

  • Menurunkan jumlah ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS)
  • Mempercepat diagnosis HIV
  • Meningkatkan penggunaan layanan kesehatan
  • Mencegah infeksi lain
  • Meningkatkan perilaku hidup sehat

VCT dapat dilakukan oleh siapa saja yang merasa sudah melakukan kegiatan berisiko terinfeksi HIV, seperti:

  • Melakukan hubungan seksual yang tidak aman
  • Menggunakan narkoba dengan jarum suntik bergantian
  • Membuat tato dengan jarum suntik yang tidak steril
  • Dan masih banyak lainnya

Waktu yang tepat untuk melakukan VCT sebaiknya dilakukan 2-3 bulan setelah merasa melakukan kegiatan berisiko tersebut, dan dianjurkan untuk melakukan tes ulang 6 bulan berikutnya untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Beberapa Lembaga yang Memberikan Layanan VCT di Yogyakarta
  1. Rumah Sakit Dr. Sardjito (Poliklinik Edelweis)
    Jl. Kesehatan No. 1, Yogyakarta
  2. Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta (Klinik Gempita)
    Jl. K.H. Achmad Dahlan No. 20, Yogyakarta
  3. Rumah Sakit Panti Rapih (Poli Umum – Klinik VCT)
    Jl. Cik Di Tiro No. 30, Yogyakarta
  4. Rumah Sakit Bethesda (Klinik Philia)
    Jl. Sudirman No. 70, Yogyakarta
  5. Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) DIY
    Jl. Tentara Rakyat Mataram, Gg. Kapas JT-I/705, Badran, Yogyakarta, 55231
  6. Rumah Sakit Khusus Grhasia
    Jl. Kaliurang km. 17 Pakem, Sleman, Yogyakarta
  7. Rumah Sakit Umum Daerah Morangan Sleman
    Jl. Bayangkara 48 Sleman Yogyakarta
  8. Rumah Sakit Umum Daerah Wirosaban Kota Yogyakarta
    Jl Wirosaban No.1 Yogyakarta
  9. Puskesmas Gedongtengen
    Jl. Pringgokusuman No.30
  10. Puskesmas Umbulharjo
    Jl. Veteran No.43
  11. Puskesmas Mlati II
    Jl. Kebon Agung, Cabakan, Sumberadi, Mlati, Sleman

VCT (Voluntary Counseling and Testing)

Layanan konseling dan tes HIV sukarela yang bersifat rahasia untuk mengetahui status HIV seseorang. Terdiri atas 3 tahap dalam 1 hari: konseling pre-test, tes darah, dan konseling pasca-test.

Metode Pembayaran: BPJS / Non BPJS / Mandiri

Biaya Layanan
BPJS / Non BPJS
Untuk kelompok berisiko
GRATIS

Layanan VCT merupakan bagian dari program penanggulangan HIV/AIDS sehingga tidak ada biaya pelayanan bagi masyarakat dari kelompok berisiko, baik menggunakan BPJS maupun Non BPJS.

Mandiri
Di luar kelompok berisiko
Rp60.000

Dikenakan biaya pelayanan bagi masyarakat di luar kelompok berisiko yang ingin mengecek status HIV/AIDS.

Keterangan
Rujukan Regulasi
Mengacu pada Permenkes No. 23 Tahun 2022 tentang Penanggulangan HIV, AIDS, dan IMS.

  1. Populasi Kunci: kelompok masyarakat yang perilakunya berisiko tertular dan menularkan HIV dan IMS, meliputi pekerja seks, pengguna Napza suntik (penasun), waria, dan lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL).
  2. Populasi Khusus: kelompok masyarakat yang berisiko tertular dan menularkan HIV dan IMS, meliputi pasien Tuberkulosis, pasien IMS, ibu hamil, tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.
  3. Populasi Rentan: kelompok masyarakat yang kondisi fisik/jiwa, perilaku, dan/atau lingkungannya berisiko tertular dan menularkan HIV dan IMS, seperti anak jalanan, remaja, pelanggan pekerja seks, pekerja migran, dan pasangan populasi kunci/ODHIV/pasien IMS.
*Ketersediaan layanan dan ketentuan dapat berbeda di tiap puskesmas/fasilitas.
Bagikan